Wednesday, January 13, 2021

Tiga Pilihan Dalam Hidup

Ada 3 pilihan dalam hidup ini, yaitu :

1. Bekerja sementara, beberapa tahun saja, kemudian bisa pensiun kaya dan makmur.

2. Bekerja 30-40 tahun seperti umumnya sekarang, kemudian pensiun dengan penghasilan yang sangat menurun.

3. Bekerja seumur hidup sampai akhir hayat. Bisa di satu bidang pekerjaan seperti saya dulu yaitu dokter, bisa juga di berbagai bidang.  Misalnya tentara, setelah pensiun menjadi satpam dan setelah tua menjadi petani atau membuka toko kecil membantu isteri.

Paling enak tentu yang teratas, dan paling tidak enak tentu yang terbawah karena TIDAK BISA PENSIUN, dan harus bekerja keras terus. Tetapi yang paling atas itu tidak banyak yang tahu bahwa itu ada. Oleh pihak yang kalau pensiun penghasilannya sangat turun, maka yang disebut paling enak adalah yang paling bawah karena tidak ada pensiunnya. 

Padahal, tidak ada pensiunnya = tidak boleh pensiun = bekerja sampai dihentikan Tuhan.

Untuk bisa memahami kita berada di posisi paling atas, ditengah atau paling bawah dari 3 cara menjalani hidup itu, kita harus mengetahui tentang 4 cara mendapatkan penghasilan. Yaitu CASHFLOW QUADRANT. Posisi paling bawah (bekerja sampai akhir hayat) ditempai kuadran S atau Self Employed, yaitu mereka yang bekerja kepada dirinya sendiri seperti para profesional dan pelaku bisnis kecil seperti pemilik restoran, bengkel, pelaku MLM kuadran kiri. Sedang yang ditengah itu adalah milik kuadran E atau pegawai. Sedang posisi paling atas atau bekerja sementara kemudian hidup makmur adalah golongan Investor dan pemilik bisnis bersistem seperti konglomerasi, waralaba dan bisnis networking (yang benar). Di Indonesia, penulisan bisnis networking yang bisa membuat seseorang bebas finansial dan waktu harus diberi penjelasan (yang benar). Karena di Indonesia jauh lebih banyak yang tidak benar dan sebenarnya money game, skema ponzi atau multilevel recruiting. Kita mendapat uangnya dari proses membangun network, bukan dari network yang sudah dibangun. Di Multilevel Recruiting, kita dibayar untuk menjoinkan orang dan tetap mendapat uang selama ada orang baru yang join. Sedang jaringan yang sudah terbentuk, bukan lagi milik kita, melainkan milik perusahaan atau pembuat model itu. Kita dibayar berdasarkan posisi yang kita peroleh. Mirip karyawan di kantor, ada karyawan biasa, manajer dan direktur. Bentuk jaringan seperti piramida, karena itu disebut skema piramida. Dibanyak negara illegal, tetapi di Indonesia belum ada peraturannya.Di Networking yang benar, kita tidak dibayar saat membangun jaringan. Kita baru "dibayar" ketika jaringan itu sudah berfungsi yaitu ada yang belanja dan membuat omset. Kita dibayar dari keuntungan penjualan di jaringan itu. Itulah jaringan milik kita, yang akan terus menghidupi kita sepanjang jaringan itu berfungsi.


0 komentar:

Post a Comment